Tanda-tanda Kesehatan yang Ditunjukkan dari Tangan (1)

Tanda-tanda Kesehatan yang Ditunjukkan dari Tangan

Tangan, jari dan kuku merupakan bagian dari tubuh yang mampu memberikan sinyal bagi kesehatan tubuh. Karena terkadang beberapa kondisi kesehatan tidak menimbulkan gejala, kita cenderung mengabaikannya. Mulai dari genggaman, warna kuku, bahkan bentuk jari bisa menunjukkan kondisi kesehatan tubuh yang mungkin tidak kamu ketahui.

Kekuatan genggaman bisa menjadi indikasi seberapa sehat jantungmu, sebuh studi tahun 2018 di jurnal PLOS ONE. Genggaman yang kuat dikaitkan dengan fungsi jantung yang baik dan tidak dalam keadaan stress. Kami bisa mencobanya dengan menggenggam stress ball atau bola berukuran 5 – 10 cm, jika kamu bisa menggenggamnya dengan kuat, jantung anda dalam keadaan sehat.

Sebaliknya,genggaman tangan yang lemah bisa mengindikasi adanya penyakit. Dalam sebuah studi yang diujikan pada setengah juta pria dan wanita paruh baya, mereka yang memiliki genggaman lemah mempunyai peningkatan resiko kematian karena penyakit jantung, pernapasan dan kanker sebanyak 20%. Kekuatan tangan merupakan pertanda kencangnya otot di kaki dan tangan juga bisa terbaik dengan nutrisi tubuh secara keseluruhan.

Saat anda menggenngam dengan baik dan kuat bisa juga tanda dari kemampuan kognitif yang baik. Dalam studi tahun 2018 orang yang memiliki genggaman yang baik dan kuat memiliki memori yang bekerja dengan baik dan dapat menyelesaikan masalah dengan cepat.

Jika Anda melihat ujung jari membesar dan tidak normal, tandanya ada masalah dalam pernapasan. Kondisi ini disebut clubbed naik, yang disebabkan adanya peningkatan jaringan disekitar ujung jari dimana kuku melengkung. Kondisi ini karena rendahnya oksigen dalam darah, yang bisa mengindikasikan adanya penyakit paru.

Suka menggit jari rupanya bukan sekedar kebiasaan buruk. Apalagi jika sering digigit hingga berdarah dan menyentuh daging dalamnya. Maka ini adalah tanda bahaya yang harus menemui ahli kejiwaan. Menggigit kuku mungkin akan terasa tidak bisa dikendalikan dan bisa menjadi salah satu tanda dari spektrum gangguan obsesif-kompulsif. Penanganannya bisa termasuk memberikan zat-zat pahit untuk menghentikan keinginan menggigit kuku dan juga pengobatan.