Tanda-tanda Kesehatan yang Ditunjukkan dari Tangan (2)

Tanda-tanda Kesehatan yang Ditunjukkan dari Tangan

Tubuh kita memiliki cara tersendiri untuk memberikan sinyal atau tanda soal kesehatan. Tiap anggota tubuh mampu memberikan tanda-tanda, sayangnya terkadang kita mengabaikannya atau menganggap remeh.

Tangan juga memiliki kemampuan untuk memberi sinyal soal kondisi kesehatan tubuh. Agar tidak terabaikan perhatikan tanda-tanda berikut ini.

Normalnya kuku berwarna merah muda jika tubuh anda sehat, berasal dari aliran darah yang baik. Namun jika warnanya berubah menjadi putih, hijau, ataupun kuning tanpa alasan yang jelas, bisa jadi itu adalah onycholysis. Kondisi yang disebabkan adanya infeksi jamur atau bakteri pada kuku atau tanda adanya masalah kesehatan seperti penyakit tiroid.

Zat besi merupakan nutrisi yang penting bagi tubuh yang menjaga tetap berenergi dan juga mempengaruhi pertumbuhan kuku. Kondisi umum seperti haid yang banyak, hamil, kurang zat besi atau sariawan bisa menyebabkan anemia. Lemas menjadi salah satu tanda dan saat kuku menjadi tipis dan berlekuk bisa jadi salah satu tandanya. Mengkonsumsi suplemen penambah darah bisa menjadi salah satu solusinya.

Kanker kulit apapun jenisnya tidak selalu ditandai di kulit. Adanya garis atau titik hitam dibawah kuku juga bisa menjadi tanda dari kanker kulit melanoma, salah satu jenis kanker kulit yang mematikan. Tanda lainnya adalah adanya bintil di ujung kutikel.

Ukuran telunjuk lebih banyak dipengaruhi oleh hormon seks testoteron dan estrogen. Hormon ini bisa melindungi pria dari kanker prostat. Sebuah riset menunjukkan bahwa pria yang memiliki jari telunjuk lebih panjang dari jari manis memiliki resiko terkena kanker prostat 33% lebih rendah. Di lain sisi, hal itu juga bisa menunjukkan adanya penyakit jantung koroner, menurut sebuah studi pada pria dan wanita di China.

Jika anda melihat adanya bintil-bintil berwarna ungu dan gatar di pergelangan tangan, kemungkinan besar itu adalah gejala dari kondisi peradangan yang disebut lichen planus. Tampak seperti gatal-gatal yang menular namun nyatanya tidak. Menurut Mayo Clinic kondisi ini lumrah dialami orang dewasa dan bisa dipicu oleh vaksin flu, obat resep atau pereda nyeri.